Rabu, 13 Juli 2011

Ayo Bergerak Mahasiswa Indonesia Demi Terciptanya Masa Depan Bangsa Yang Gemilang


Sejarah perjalanan seluruh bangsa di dunia tidak bisa dilepaskan dari peran anak muda, khususnya mahasiswa. Apabila kita ulas tinta emas sejarah perjuangan bangsa Indonesia juga selalu diwarnai kontribusi mahasiswa. Semenjak perjuangan Revolusi Kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan, dari Gerakan Kebangkitan Bangsa Boedi Oetomo 1908 hingga Gelombang Reformasi adalah hasil produk ide atau gagasan kritis mahasiswa yang meneropong kondisi sosial bangsanya. Sejarah mencatat Mahasiswa selalu mampu menempatkan kelebihan daya intelektualitas yang berkolaborasi dengan sikap kritis untuk bertindak demi perubahan nasib rakyat dan tanah air tercinta nya. Bahkan kelompok mahasiswa yang bergerak untuk melakukan perubahan rela berjuang dengan mengorbankan kepentingan pribadi nya demi sebuah impian besar pengakuan kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Pertanyaan nya kemudian bagaimana dengan kondisi mahasiswa saat ini ? Sedangkan kondisi sosial bangsa Indonesia hari ini sebenarnya juga mempunyai persoalan pelik yang mendalam. Pancasila yang menjadi philosphie grondslag atau landasan berfilsafat bangsa seakan tidak lagi menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia. Ketidak adaan pengamalan pancasila dalam kehidupan bernegara dapat terlihat dari acapkalinya muncul persoalan seperti , perkelahian antar suku atau agama, perilaku korupsi yang menjalar dari kalangan elit pejabat bangsa hingga rakyat kecil, jumlah penduduk miskin yang terus bertambah akibat salah kelolanya penyelenggaraan pemerintahan, perampokan sumber daya alam yang dilakukan oleh korporasi Internasional yang berselingkuh dengan para penyelenggara negara dan masih banyak masalah-masalah lainnya.

Melihat kondisi bangsa carut marut seperti ini dimana seharusnya peran mahasiswa ? Apakah kita kemudian “Mahasiswa” harus diam berpangku tangan melihat kemorat-maritan bangsa Indonesia. Apa kita terus tega melihat semakin banyak keluarga yang hidup dalam garis kemiskinan dikarenakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara yang seharusnya digunakan rakyat miskin namun ternyata malah dibelanjakan untuk jalan-jalan keluar negeri berdalih Studi Banding Anggota DPR RI. Apa kemudian kita “Mahasiswa” berjuang menunggu nasib kemiskinan menyentuh sanak saudara kita? Bukankah seluruh rakyat Indonesia juga saudara-saudara kita sebagaimana janji indah ikrar proklamasi kemerdekaan saat di kumandangkan. Jadi apabila ada saudara setanah air kita mengalami persoalan pelik yang mendasar bukankah kita Mahasiswa yang di anugrahkan Tuhan mendapatkan daya Intelektualitas harus menggunakannya untuk membantu mereka para saudara kita.

Mahasiswa hari ini sudah saatnya untuk kembali menyambung jahitan-jahitan perjuangan yang tercerai berai oleh kevakuman pergerakan mahasiswa pasca reformasi. Perjuangan mahasiswa hari ini harus ditujukan untuk membantu penyelesaian persoalan sosial kebangsaan. Apalagi kemudian perjuangan melakukan pembelaan terhadap negara dalam berbagai bidang sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara sebagaimana teramanatkan dalam Dasar Hukum Tertinggi yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 27 ayat 3. Selain itu melakukan kontribusi nyata dalam kerangka membangun bangsa juga merupakan amanat Ideologi Pendidikan Tinggi yang tertuang di Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu antara lain Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Tri Dharma Perguruan Tinggi mempertegas bahwa kemudian keilmuan yang kita miliki hasil berproses di kampus harus mampu di rasakan manfaatnya untuk rakyat. Mencermati konsep diselenggarakannya pendidikan juga untuk menyiapkan para peserta didik yang memberikan sumbangsih kepada rakyat dan negara, hal ini sebagaimana terjabarkan dalam Undang-Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual agama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Banyak sekali harapan yang ditujukan kepada mahasiswa sebagai bagian kaum terdidik untuk berperan aktif memberikan sumbangsih demi kemajuan bumi pertiwi. Beberapa pandangan tentang peran mahasiswa yang harus dilakukan antara lain hadir dari bapak Pembantu Rektor 3 bidang kemahasiswaan Universitas Udayana Prof. I.G.P Wirawan yang menyampaikan bahwa “mahasiswa dimanapun di dunia adalah calon-calon pemimpin bangsa yang mestinya membawa perubahan ke arah yang lebih baik, Mahasiswa harus dapat berperan sebagai agen perubahan dan agen pembangunan dan jadi karena itu mahasiswa harus mengisi diri dengan IPTEK sesuai kompetensi dan mengembangkan like ability (soft skill )”. Selain itu Staff Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia bidang Kewilayahan dan Keamanan bapak Dr. Wawan Purwanto, S.H,. M.H juga menyampaikan juga bahwa “Suara mahasiswa harus tetap didengar, tetapi harus dengan membawa akternatif solusi bukan hanya kritik, yang terpenting juga saluran penyampaian aspirasi yang harus dipakai juga benar agar pesan yang disampaikan sampai kepada sasarannya. Mahasiswa harus tunjukan bobot kualitasnya jangan justru otot karena akan menurunkan kelasnya”. Penambahan pandangan tentang peran mahasiswa juga lahir dari anggota DPR RI komisi X yang juga mantan Sekjen Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia bapak Pasek Suardika , S.H,. M.H menyampaikan ”Mahasiswa dari dahulu hingga sekarang tetap sama yaitu harus menjadi agen perubahan, tulang punggung penjaga nilai-nilai moralitas kebangsaan. Sekaligus membangun daya kritis masyarakat. Itu akan abadi sebagai denyut elemen gerakan mahasiswa. Untuk tetap bisa ideal maka mahasiswa juga harus bisa merawat idealismenya dan tidak mudah masuk kearah pragmatisme dan oportunisme. Selain itu mahasiswa juga dituntut untuk menjaga kekritisannya dengan konstruktif untuk kemajuan bangsa”.

Kawan-kawan seperjuangan mahasiswa Indonesia tugas besar menanti di hadapan kita bukan saatnya lagi berpangku tangan menunggu datangnya perubahan. Melainkan kita jemput bersama perubahan demi masa depan Indonesia yang gemilang. Berkonsolidasi menyatukan diri dalam wadah organisasi dan bekerja aktif dengan berbagai cara yang konsturktif adalah langkah untuk menjemput kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Bukan lagi saatnya hanya mengeluh dan bersikap acuh melihat kekacauan yang terjadi disekitar kita, tetapi jadilah motor-motor utama penggerak perubahan. Catatatkanlah kembali tinta emas sejarah perjuangan bangsa yang diwarnai oleh Gerakan Mahasiswa. Percayalah elang-elang rajawali akan segera berjaya dipersada bumi pertiwi Indonesia.